Kerling gadis dibukit terberai
keturunanmu rahim seribu hati
kupinta dulu peluk berahi
Aku tutup segala ruangan lengkung berjaga
meningkah nanti sedari aku pergi
mengejar gadis musim berlonceng
Bersama-sama kita pulang berbenah
di kala senja pandangan berbelah
pegang erat kemalu hendak menumpah
Tetapi tidak tertidur,bunga
setengah telanjang bundar berbuah
nampak terbaring peluru berperang
Malam bagai kuda menungging muka
hanya gairah mendidih darah
jarimu jendela berpeluk meminta
Gadis senyum memutih duka
memandang basah bertanah kurus
di balik lincah mengungkung diri
Memandang waktu ibarat jalanan
selalu jauh sepi dikejar lari
tanggul dimata bedah sesal berulang.
keturunanmu rahim seribu hati
kupinta dulu peluk berahi
Aku tutup segala ruangan lengkung berjaga
meningkah nanti sedari aku pergi
mengejar gadis musim berlonceng
Bersama-sama kita pulang berbenah
di kala senja pandangan berbelah
pegang erat kemalu hendak menumpah
Tetapi tidak tertidur,bunga
setengah telanjang bundar berbuah
nampak terbaring peluru berperang
Malam bagai kuda menungging muka
hanya gairah mendidih darah
jarimu jendela berpeluk meminta
Gadis senyum memutih duka
memandang basah bertanah kurus
di balik lincah mengungkung diri
Memandang waktu ibarat jalanan
selalu jauh sepi dikejar lari
tanggul dimata bedah sesal berulang.
Aby Santika
Bandung,
15 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar