Sering saya bingkaikan syair
digamat waktu hendak mendengar
singkiri cinta bijak dahulu
Bersendi lemah laun berbisik
terkurang sejarah cinta dibimbing
matanya lukisan sampaikan bijak
Disitulah baru bermohon nyawa
jika badanku sukar berkata
sebab susah menjemput angin tiada
Melayang entah sejurus tangis
rawan menghilang bahagia mengenang
perlahan kesah ia bermuram
Memberi hikmat selintas rancak
mengikat bahagia tidak selama-lamanya
bayang dimuka senantiasa bersuka
Kita bukan kandil dimalam gelap
wajah teduh meninggi awan
kembang cempaka cedera rupanya
Ini hati layangkan sangka
engkau melambai sungkemkan setia
tentulah pulang tempat padamu bersua
digamat waktu hendak mendengar
singkiri cinta bijak dahulu
Bersendi lemah laun berbisik
terkurang sejarah cinta dibimbing
matanya lukisan sampaikan bijak
Disitulah baru bermohon nyawa
jika badanku sukar berkata
sebab susah menjemput angin tiada
Melayang entah sejurus tangis
rawan menghilang bahagia mengenang
perlahan kesah ia bermuram
Memberi hikmat selintas rancak
mengikat bahagia tidak selama-lamanya
bayang dimuka senantiasa bersuka
Kita bukan kandil dimalam gelap
wajah teduh meninggi awan
kembang cempaka cedera rupanya
Ini hati layangkan sangka
engkau melambai sungkemkan setia
tentulah pulang tempat padamu bersua
Aby Santika
Bandung,
14 Desember 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar