Jumat, 09 Desember 2011

MAWAS RINDU


Adakah pagi sungkemkan sujud
meletak gelap pada subuh beribu
bahwa hatiku sayang rindu berjuntai

Kutangisi dikau mematah malam

ditengah masa mungkin bersua
luaskan mimpi dialam tipis melayap

Disini kelelawar buta berkibar
di kiri wangi pikiran sepi
ke kanan langit rona berkeluh basah

Segala tanda hujan berlindung
begitu pepatah ibu membendung murung
jika cerita tiada bersua
telanlah rindu dibibir saja

Kemudian rela-rela membilang
mawas diri dilembung alpa
antara shubuh Adzan tertambat

Kekasih datang tiada telanjang
betapa gerang menerima badan
sedia pagi putuskan diri
pulang kehati boleh berdoa.
Aby Santika
Bandung,
09 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar