Betapa sebagian impian melinang diluar mulia
lalu kenyataan menyerah ditempat membilang adil
aku hanya menunggu langit dimalammu sayang
Juga matahari menangisi perut-perut yang lapar
lalu kenyataan menyerah ditempat membilang adil
aku hanya menunggu langit dimalammu sayang
Juga matahari menangisi perut-perut yang lapar
atau berlagu sepi yang sakit
sesudah air mencuci kisah yang letaknya tak ku izinkan
Ada anak-anak dingin yang merintik masuk disaku-saku bajumu
lalu separuh baya menapaki panasnya dibuaian gelisah
aku sekedar tidur dihangat dadamu kasih
Terbeku jatuh sebelum pulang sendiri
mengirimkan sedekah darah diantara tubuh yang mati
kemudian melepas jantung meruntuhkan sendu itu
Didalam hidup tiadalah tentu berlama-lama
bila berpaling kembalilah bukan apa-apa
karna kita tidak akan merasai hidup yang malang sedari lahir
Kalian yang memberikan bahagia dipangkuan bunda
dibawah lonceng beralun angin
menjemput satu persatu tangis diputih wajahku
sesudah air mencuci kisah yang letaknya tak ku izinkan
Ada anak-anak dingin yang merintik masuk disaku-saku bajumu
lalu separuh baya menapaki panasnya dibuaian gelisah
aku sekedar tidur dihangat dadamu kasih
Terbeku jatuh sebelum pulang sendiri
mengirimkan sedekah darah diantara tubuh yang mati
kemudian melepas jantung meruntuhkan sendu itu
Didalam hidup tiadalah tentu berlama-lama
bila berpaling kembalilah bukan apa-apa
karna kita tidak akan merasai hidup yang malang sedari lahir
Kalian yang memberikan bahagia dipangkuan bunda
dibawah lonceng beralun angin
menjemput satu persatu tangis diputih wajahku
Berbahagialah menghadapi dunia ditengah pengembara
sambil menebah nasib bersorak sorai
aku hanya tersenyum sendiri diantara ketiadaan.
sambil menebah nasib bersorak sorai
aku hanya tersenyum sendiri diantara ketiadaan.
Aby Santika
Bandung,
02 Januari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar