Perempuan langsing
mengipas
pesona gemulai tari kunang- kunang
Kau hadir memendam seribu umpat yang menggemuruh luka
Aku melihat keriput
menghitung usia
pada muka sebendang rindu
Padamu terlakar sekolam airmata
persis bintang bertandang segaris keluhan
Wajah itu...
mulai menggerimis basah coretan rindu
selaut resah berkunjung dibatas usia
dibalik senyum mulus
menakar luka
kau sembunyi pandang terpalit di dada
Aku mencoba melihat bintang berkelamin
betina
Menjadi nenek yang gemar bercerita kepada anak cucunya
Merajut jubah rembulan dikursi goyang berkacamata
Wajah itu...
Perempuan langsing diantara kunang-kunang
mengipas berkulit tua
Wajah itu...
Bintang yang melipat usia disenja hari berdada
tanpa rindu luka yang
merumpun kepala
Aby Santika II
BANDUNG,
12 SEPTEMBER 2011
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Mantap gan :)
BalasHapus