Menangislah Tuhan dalam airmata pasi
Ketika lapar bertangan besi dari
buyung pengais mimpi
Malam campakan sengat
Keringat tenggelam samudera sampah
Tangan besi harap teliti
sebab Tuhan tidak mati
Mencari beras menambal hari
Menangislah Tuhan jatuh deras kebumi
Perut buyung melangit mendung
hingga larut malam tersulam
Kejaran nyawa memancuh waktu
Busung menggunung dakian sampah
Tangan besi memilah sebutir nasi diatas tanah
Menangislah buyung dalam
wujud tangis Tuhan
sebab Tuhan tidak mati
Aby Santika II
YOGYAKARTA,
05 SEPTEMBER 2011
Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar