Aku nampak sejengkal gerimis
sembunyi tubuh berteduh badai
Untukmu,dik !
Ada sepenggal doa yang sempat
ku titipkan
pada ceruk airmata yang berpuisi
Kemudian nafas tertanam di
kedalamannya
antara harap tertidur pulas
Sepagi bercerita,dik !
Tentang riuh berkawan kuyup
juga gerimis bernyanyi manis
Dalam puja-puji yang membahana
serta merta doa berwujud anak badai
Ku giring ekor riuh
untuk kau tangkap ikhlas yang
seruas jemari
Antara tengadah doa harapan pagi
untukmu gerimis yang bersembunyi
Aby Santika II
BANDUNG,
1 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar