Malam telah meninggalkan engkau
duhai sebatang tiang lampu redup
Ketika matahari menggosok gigi
bersalin dari kamar
bergaun putih garis renda terang
Tiangmu sebatang kara diantara
lalu lalang pejalan kaki
Padahal
malam menumpu pada engkau
Malam telah berlalu jauh
duhai sahabat gelap
tiang penunjuk terang
Diantara bola-bola lampu
bergumul ngengat penyembah cahaya
Namun pagi melemah tubuhmu
yang tinggal sekarat dilahap bundar matahari
Malam telah meninggalkan
engkau tiang bertubuh kurus
Aby Santika II
BANDUNG,
27 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar