Pada Gema yang meletak
sunyi bergumam sempurna
Masihkah ?
Gelombang semacam penegas lantang diri
Juga jarak hitung dalam tepi genap
Lalu,
Masih Kau selipkan dilipatan
sakumu Takbir dulu ?
Barangkali tertinggal di meja akadmu ?
Pada Gema yang menanjak
nafas terbunuh seperempat
dengarkah ?
Sayub adalah bentuk hilang
perlahan :
Memutar,
Membalik
lalu memutar
dan membalik lagi
Tak henti otakku menceramahi hati
Antara logika dikepala Imajisme
Pada Gema yang merombak
Hati menata Ikhlas
Maaf,
Aby Santika II
BANDUNG,
30 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar