Entah itu engkau yang berjalan
diantara tikung tajam, juga
gedung berkaki lima
Jendela kaca bercerita dari atas,
pesona belah rambut
yang tertangkap mata
Ini sebab tiada diri berpagut
meski gerimis mulai
menyelundup
Lalu juga
sepasang Merpati berlari-lari
mengabar janji engkau sekilas mati
Dan kemudian senja seperti diam
menahan laju, atau engkau yang
menghenti kaki
Entah muram menyinggung
langkahmu
Disebelah tikung berdiri bisu
Juga janji sepasang merpati
tak tepat hati
Aby Santika II
BANDUNG,
27 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar