Kali pagi airmata bertulang patah
Sebatang tangis menceruk dahaga
Ketika menyarapani perut rindu yang kembung
Diantara tikung ludah menelan sesak
Paras pagi memulas bedak
Memikat rindu yang terbuang waktu
Sementara tetesan airmata berpola garis
Memenjara harap semalam limbung
Bukankah alunan suara bermata
tiga?
Dengung rindu tak samar
bersuara?
Namun mengeja kusam airmata
Serupa hilang tumpah pagi merindu buta
Duhai
Cemara jalanan rantingmu penunjuk
Ketika airmata bersendawa sumbang
Aby Santika II
JAKARTA,
07 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar