Kamis, 15 September 2011

MENGEJA KUSAM AIRMATA

Kali pagi airmata bertulang patah
Sebatang tangis menceruk dahaga

Ketika menyarapani perut rindu yang kembung
Diantara tikung ludah menelan sesak

Paras pagi memulas bedak
Memikat rindu yang terbuang waktu

Sementara tetesan airmata berpola garis
Memenjara harap semalam limbung

Bukankah alunan suara bermata
tiga?

Dengung rindu tak samar
bersuara?

Namun mengeja kusam airmata
Serupa hilang tumpah pagi merindu buta

Duhai
Cemara jalanan rantingmu penunjuk
Ketika airmata bersendawa sumbang



Aby Santika II

JAKARTA,
07 SEPTEMBER 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar