Engkau membisik angin dimuka
berabad-abad meninjau luka
melanda
Jauh berkaki cepat selangkah
Aku memandang waktu tak berpawang
Hilanglah pesona yang berkawan
pada rajutan menali pangkal sejak inginku
Tak lama nyanyian angin
mengalun limbung
terbunuh penghulu di sumpah janji semati
Berkali menemu ikatmu
membelakang
menyungging sinis bertajuk manis
Engkau penawar kemegahan
bertatap sebelah dunia sebentuk juling
Bisikmu keramat bersesaji
kemilau tahta bumi syurgawi
Aby Santika II
BANDUNG,
25 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar