Kamis, 15 September 2011

SESAL MENJALANG

Duhai perempuan jalang
akulah tanduk pengadu senggal
Di kaki-kaki asing bertapak gelang menusuk hitam ilalang nikmat

Masihkah tercekal melekat
melucut sebab liar beranak
Dari bawah terasah jasa mengabul birahi memuntah larva

Kerdip menggelitik bahak yang bungkam
sebatang kara jalang terpajang
Hilang jua pandang bercadar
tertatah sadar setengah sama

Duhai perempuan jalang yang juling
sebelah tangkup basah meletih
Akulah zaman pengadu nasib
dalam sesalmu ikut terjaga



Aby Santika II

BANDUNG,
04 SEPTEMBER 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar