Duhai perempuan jalang
akulah tanduk pengadu senggal
Di kaki-kaki asing bertapak gelang menusuk hitam ilalang nikmat
Masihkah tercekal melekat
melucut sebab liar beranak
Dari bawah terasah jasa mengabul birahi memuntah larva
Kerdip menggelitik bahak yang bungkam
sebatang kara jalang terpajang
Hilang jua pandang bercadar
tertatah sadar setengah sama
Duhai perempuan jalang yang juling
sebelah tangkup basah meletih
Akulah zaman pengadu nasib
dalam sesalmu ikut terjaga
Aby Santika II
BANDUNG,
04 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar