Aku terjilat debu antara aspal berbuah dungu
Kotamu memahat bodoh rindu dalam rimbun merahim pilu
Setara sunyi entah berbunyi
Di ujung kembali mendung kian nyeri
Sesadar samar pula rajam terlewati
Semacam duka bersuka rasa
Aku berdebu latah sebab dungu menjatah
Sebaris rindu menggerhana kuncup seperempat malam
Engkau meng_ibu timang harap
Setangkap jatuh injak menjungkir
Sembah titah lentang asmara
Kau samarata kota cacatku dalam sempurna
Aby Santika II
BANDUNG,
03 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar