Aku lihat tangis menggantung
dimatamu
Secepat aku layar diantara
airmata hangatmu
Karena perahu tertidur, kayuh
mengantri jenuh
Ketika ku ukur luas isakmu
menyamudera dalam palung
Masihkah ku benturkan simpatik
pada dinding telaga ?
Sedang diperjumpaan lampau
Riak Amuba berteriak iba
Pada burit akanku, kau diam
menahan deru
Sebab solekmu tenggelam
dijangkar rindu
Telah lama ku sebut kau Tugu berkarang
Semacam Tangis terkikis habis
diam-diam
Aby Santika II
BANDUNG,
29 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar