Diantara lengkung perjumpaan dahulu
terdapat senyum yang
menghutan
Sisa-sisa cemara dan belukar
Dia hujan
yang menyusup diantara ranjang
juga tiang-tiang cacat bertubuh beku
Sementara tawa adalah anak kecil
mengeja afjad rindu yang mulai alpa
Senyum itu berwujud tegas
melarang Merpati menyerbu
rindu mendendam
Perjumpaan ranum setangkai
Mawar berduri racun
Dibawah cekung perpisahan airmata
tersimpan pesona membekas dada
Antara bocah sungai meluap ruah
rindu mimpi untukmu
Aby Santika II
BANDUNG,
25 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar