Dan malam kuhabiskan sebagian
merajut gerimis
Lalu kau adalah bening yang
terlukis tipis dibaris lengkung antaranya
Duhai sabit bergaun lilit duri melati
cahayamu tersisa semenjak
purnama kemarin
Meski gulat gerimis masih ku
pintal , namun remangmu adalah
wajah sempurna ditikam hujan
Telah ku ikat pula liar bocah langit
dengan ampas kopi dan pecahan asap menawan
Masih untukmu
Aby Santika II
BANDUNG,
29 AGUSTUS 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar