Retak senja terbaring pada rindu licin
sejak kemarau bermukim didahaga punggungmu
Mengingat musim-musim perawan
kusenggamai seusai hijab fajar terdengar
Lalu
tak terlihat lagi pangkalan lenganmu
yang menari luka sebab rindu itu
Tercurikah kembang lili yang
menggantung
ketika jujur menjelma malam
Tanggalkan cacat juling pandangmu
pada larik-larik mengkitab pujimu
Pada retak senja terhukum waktu
pada sayub pengabar hadirmu
Aby Santika II
BANDUNG,
02 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar