Inikah tempat sabda sewaktu kita
Pagi alang-alang dibalik risau gunung menjulang
Dalam hulu bertalu ditandang matahari
Padahal rindu masih belum tertidur dibantal mimpi
Wahai wanita pagi berjubah putih
Gigil embun meretas bulat dimatamu
Ketika malam gerhana meretak dada
Bayangmu menggelayut rimbun
membunting pagi
Diamlah tatkala rapuh pagi bertulang tua
Dan patahan airmata bersabda rindu yang cedera
Aku mengenalmu, sebanyak jumlah kerutan di dahimu
Dilengkung cinta kau tatap rabun hadirku
Aby Santika II
BANDUNG,
11 SEPTEMBER 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar