Malam yang bolong,
di antara ranah bulat kepompong
pipimu mewangi seroja memulas langit
selangkah pula hidup ketika fajar selepas camar ?
Aku mengembang rembulan terkurang
di utara matamu berbola pingpong
dalam malam nafas bersulang sekedar adat
selonjor tiang-tiang subuh enggan menyongsong
Malam yang bolong,
meluas alkisah tentang kasih yang kosong
kepak kelelawar-kelelawar bergigi ompong
tergadai makian tasbih dibagi seperempat
Bila lemah seluruh sendi mengabdi
bernada angin-angin kurus adalah letak jalan
di perut limbung wajah pucat dendangkan siang
sebab sayang luruh bersimpuh patuh
Kepada gadis surgawi, apalah artinya malam
sebelum kugali lubang-lubang bolong dikemalu rahim
yang lain kecapi memetik lembut laju tarian
gemulai hyang setubuh diranjang berkolong
Malam yang bolong,
penuh waktu suaramu melolong
selembar nikmat menancap sungai sepotong
esok bertukar kaki lari mengejar
Berahi melaut iri berderai dibadan tumpah
lalu menanam benih-benih kecambah
malam yang bolong, liar berulah
antrian jalang dijendela sombong menanti jatah.
Aby Santika
Bandung,
03 Februari 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar