Selasa, 07 Februari 2012

APA KAU DENGAR TUHAN ?


Lagi, kata-kata mengepung daku di pusat do'a
hidup dan mati di dapat mencari bahagia
yang bukan do'a tidak terpelihara 

daku bicara semabuk-mabuknya

Makin basah gerimis menggelombang

demikian waktu merobohkan alpa
namun, lupa tiada bercerai jua
hidup daku bertaruh di meja bundar


Apa kau dengar Tuhan ?
tarian membawa sujud di ujung puntung
berdaun harum dari tanah serambi
daku malu meminta gunung untuk berlindung

Tapi hendaknya suara mulai melemah gundah
sebelum bau bangkai dari mulut penikmat
arak-arak jadi penyiksa mebobos badan
harta di manakah sebutir beras tertinggal ?

Apa kau dengar Tuhan ?
hujan dan panas bergantian melagu
sementara do'a mereda di bibir saja
daku berkurang nyawa di dalam niat

Sejak pembaringan itu di pangkuan janda
daku lupa padaMu sesaat saja
bila bulan memerah cahaya
daku membangkai diri nafsu dunia

Aku mendengar Tuhan memanggil shubuh
kelakuan lusuh membasuh harapan
do'a-do'a berputar di sekitar ubun-ubun
apa kau dengar Tuhan ?



 


Aby Santika

Bandung,
07 Februari 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar