Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Selasa, 07 Februari 2012
APA KAU DENGAR TUHAN ?
Lagi, kata-kata mengepung daku di pusat do'a
hidup dan mati di dapat mencari bahagia
yang bukan do'a tidak terpelihara
daku bicara semabuk-mabuknya
Makin basah gerimis menggelombang
demikian waktu merobohkan alpa
namun, lupa tiada bercerai jua
hidup daku bertaruh di meja bundar
Apa kau dengar Tuhan ?
tarian membawa sujud di ujung puntung
berdaun harum dari tanah serambi
daku malu meminta gunung untuk berlindung
Tapi hendaknya suara mulai melemah gundah
sebelum bau bangkai dari mulut penikmat
arak-arak jadi penyiksa mebobos badan
harta di manakah sebutir beras tertinggal ?
Apa kau dengar Tuhan ?
hujan dan panas bergantian melagu
sementara do'a mereda di bibir saja
daku berkurang nyawa di dalam niat
Sejak pembaringan itu di pangkuan janda
daku lupa padaMu sesaat saja
bila bulan memerah cahaya
daku membangkai diri nafsu dunia
Aku mendengar Tuhan memanggil shubuh
kelakuan lusuh membasuh harapan
do'a-do'a berputar di sekitar ubun-ubun
apa kau dengar Tuhan ?
Aby Santika
Bandung,
07 Februari 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar