Mata bagai mata-mata sukar di duga
Mata kepercayaan bagi orang, serta dalam diri
Mata-mata sejak mula penuh cinta airmata
Mata telanjang membuka pintu impian maupun derita
apabila datang dengan wajah yang tak bisa di baca
mata makna bahasa rindu bersama kekasih
mata air melambai soneta bersuara sepi
Mata kaki pergi mengaisi tanah bukan oleh duka
karena kita saling memandang setajam mata pisau
berayun menjamah rambut di tepi lantai yang menuang sejuk
Mata kembali bicara jalinan tangis
sepasang kesedihan bernyanyi lebih akrab
mata tertawa bertepuk dada menentang pulang
Mata-mata luntur gerimis sejuta sajak di atas kepala
berpura-pura merendah hampa di negeri yang tua
kekasih menutup mata sebuah luka kelak akan saling bercerita
serta wajah memandang belibis berenang di tepi airmata
Mata waktu mata yang hampa
mengintip mencuri pandang penuh dosa
Mata liar di antara hujan dan badai
hilang terbawa kenangan yang hampir koma
Mata sajak bersimpuh seribu napas kuangkat putus asa
Mata bermunculan riuh tertawa
Mata menenggelam berlutut mengucap doa
Mata-mata menggapai mimpi ketika angin tertidur.
Aby Santika
Bandung,
17 Maret 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar