Kamis, 29 Maret 2012

LUKISAN KUDUS

Murni pudar peristiwa menggores skala cinta
liukkan semedi menyatu kudus terkumpul rona lara
aku memajang kebenaran ketika jalannya menemukan cinta
di atas kanvas puan menyanyi lepas sejauh kekasih

Lihatlah, kuil di sepanjang tubuhmu bersih bunga rindang

bagai pujian gamang menyandang lukisan kepercayaan
menjalin rangkaian pewangi disimpul gemerisik igauan

sang Hyang mengirim sejuta warna melewati bayang tentang cerita silam

Puan ! Kau jumpaikah lukisan kudus dari daun nipah?
karna malam menjinakkan gambar-gambar yang lembab
aku melekatkan kepedihan antara belukar air matanya
sujudku bagai tembang kuas di lautan wajah luka

Tapi letak bayangmu memenuhi rongga paru
melewatkan waktu yang porak poranda terjatuh menjalar
mempertahankan perbuatan rindu seharum badan kerontang
ribuan centi garis menjelma selembar raut diliputi tenang

Puan ! Meluapkah segala terang menjadi mentari atau rembulan?
lukisan kudus, engkaulah bidadari semesta yang jelita
kerinduanku menyelinap antara kumpulan dosa-dosa
ketika bersuara gemetar urat-urat pecah putus asa

Sementara senyum lebih akrab bersembunyi kelemahan
menataplah dinding-dinding kepadaku penuh isak
kehidupanku melayang menyuarakan lukisan berkalang doa
berkali Tuhan mengikat hati dengan dzikir meraja nasib

Lalu kujumpai senyum yang sabar dan lembut membawa tentram
lukisan kudus terpajang kepercayaan cinta dan Tuhan
dengan wajah kekasih mencuri dosa dipengampunan
menghadap barat meski jauh di antara pandang.


 


Aby Santika

Bandung,
17 Maret 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar