Murni pudar peristiwa menggores skala cinta
liukkan semedi menyatu kudus terkumpul rona lara
aku memajang kebenaran ketika jalannya menemukan cinta
di atas kanvas puan menyanyi lepas sejauh kekasih
Lihatlah, kuil di sepanjang tubuhmu bersih bunga rindang
bagai pujian gamang menyandang lukisan kepercayaan
menjalin rangkaian pewangi disimpul gemerisik igauan
sang Hyang mengirim sejuta warna melewati bayang tentang cerita silam
Puan ! Kau jumpaikah lukisan kudus dari daun nipah?
karna malam menjinakkan gambar-gambar yang lembab
aku melekatkan kepedihan antara belukar air matanya
sujudku bagai tembang kuas di lautan wajah luka
Tapi letak bayangmu memenuhi rongga paru
melewatkan waktu yang porak poranda terjatuh menjalar
mempertahankan perbuatan rindu seharum badan kerontang
ribuan centi garis menjelma selembar raut diliputi tenang
Puan ! Meluapkah segala terang menjadi mentari atau rembulan?
lukisan kudus, engkaulah bidadari semesta yang jelita
kerinduanku menyelinap antara kumpulan dosa-dosa
ketika bersuara gemetar urat-urat pecah putus asa
Sementara senyum lebih akrab bersembunyi kelemahan
menataplah dinding-dinding kepadaku penuh isak
kehidupanku melayang menyuarakan lukisan berkalang doa
berkali Tuhan mengikat hati dengan dzikir meraja nasib
Lalu kujumpai senyum yang sabar dan lembut membawa tentram
lukisan kudus terpajang kepercayaan cinta dan Tuhan
dengan wajah kekasih mencuri dosa dipengampunan
menghadap barat meski jauh di antara pandang.
Aby Santika
Bandung,
17 Maret 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar