: Ngopi bareng Abah Yoyok
Di malam-malam yang pahit
Jari-jari rusuh mengintip di antara gelas
Suguhan bibir menguntit kepulan asap kopi pahit
Bibir diseling lingkaran berciuman
Seiring kencan malam pertama yang riang
Kopi pahit, berpuluh teman bukan soal kesepian
Mereguk cinta sodara tua
Memerahkah lidah menjadi goyah dan bongkok
Duhai, abah yang nampak pada kaca?
Kopi pahit menjahit gundah
Perbincangan larut menjemput akrab di teko tembikar
Tidak ada wanita cantik di sini berdada lebar terbuka
Dengan tenang kita akan terus menenggak kopi
Semua terasa tentram penuh ampas-ampas pahit.
Aby Santika
Bandung,
13 Maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar