Dikirim malam dan menjelma parasmu yang riang
Maka ketika malam telah berlalu adalah perhitungan yang hilang
Dalam dzikir shubuh kesadaran menggerakan kesedihan
Maka mencintai seperti ketiadaan -- hanya prasangka dari penglihatan
Cinta memiliki seratus dari keindahan fatamorgana
Lalu tambahkanlah seribu kegundahan hujan ketika turun
Maka cinta akan sampai pada jawaban ''iya'' bahwa pandangan tak sepenuhnya seperti nyata
Wahai majnun, lalu apa yang kau cari ketika mencintai?
Kesucian hati tidak bisa ditunjuk dengan melihat lumpur yang basah!
: hati adalah air yang bening, sementara cinta adalah debu yang beterbangan!
Cinta tidak dapat melihat apa yang memang terlihat
Pun tak mampu berbicara kebenaran meski yang tak tersembunyi
Seperti kau dan aku bersembunyi di antara kebenaran yang terlihat
Biarkanlah gelisah yang membakar seluruh rahasia cinta kita
Menuju kesempurnaan yang memang telah tiada
- dan kelak, kau akan memahaminya.
Maka cinta akan sampai pada jawaban ''iya'' bahwa pandangan tak sepenuhnya seperti nyata
Wahai majnun, lalu apa yang kau cari ketika mencintai?
Kesucian hati tidak bisa ditunjuk dengan melihat lumpur yang basah!
: hati adalah air yang bening, sementara cinta adalah debu yang beterbangan!
Cinta tidak dapat melihat apa yang memang terlihat
Pun tak mampu berbicara kebenaran meski yang tak tersembunyi
Seperti kau dan aku bersembunyi di antara kebenaran yang terlihat
Biarkanlah gelisah yang membakar seluruh rahasia cinta kita
Menuju kesempurnaan yang memang telah tiada
- dan kelak, kau akan memahaminya.
Aby Santika
Bandung,
29 November 2012.
29 November 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar