Semenjak pagi dingin melayap kehormatan kata
pembawa ajaran hidup hingga jauh diatas gunung
segala tindak menemui tempat tertambat alpa
Bukankah pandangan dilepas rela ?
sebab kedekatanmu alangkah singkat
melupakanku tiada merasakan kemalangan
Dari hadapan engkau takut kenal bahagia
mengejar musimmu lenyap satu-satu
cuaca terangmu dipagari tangis yang berbatas
Sering saya mendengar kurus suaramu disebelah barat
setelah perlahan pagi mimpi menghilang
mempermainkan angin memberai mata
Dimana menaruh rindu setia dijendela
duduk pada subuh memeluk hembusan
kembang haruman lili
kupanggil luka tumbuh sebelum fajar sebelah timur
Enggan disimpang pisah berbelah
dibuai kembali hanyalah sendiri
langit tak hendak lagi mencari tubuhmu
Aku dan engkau adalah pagi yang kemilau
berdua terbang embunmu tempat berlindung
menyanyikan puja-puji mulia menerangi gigil
yang paling gelap
Segala-galanya senyum mengepung sepi
bawa aku kembali sebelum hujan mesra bersuara
hidup berkata sebuah rindu menderu senja.
( Puisi berjudul :
" DIPAGIMU RINDU TERLUKA "
Kadang rindu merupakan satu keutuhan dalam cinta, lalu cemburu merupakan bumbu paling gurih.
Namun luka adalah pelajaran hidup dalam mencerna rindu dan cemburu agar tetap berada pada jalurnya yang lurus ).
Aby Santika
BANDUNG,
12 JANUARI 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar