Senin, 16 Januari 2012

PERJALANAN PEREMPUAN DAN AKU

Ketika kebenaran berwasiat pada ketidak pastian
akankah seratus juta kezaliman kau tumbangkan
menunggu kesempatan memilih keyakinan

menghitung dua ratus empat puluh langkah tanpa makna

menyampaikan jujur dari sayap langit
saatpun berdiri menyalami alam raya

Duhai perempuan rantau

menemukan fana berdiam sejenak
menjelang nasib bersua dalam kelengangan

Duhai perempuan berliku sunyi

betapa kelelakian merasuk jauh kau curi
mengantar kehausan akanmu berebut seluruh jalan Sorga

Pada hidup aku tak tahu bahagia sembunyi

hanya bertanda lemparkan daku tersedu
menyandang waktu tentang lapar seperti dinding matahari

Dia segala adat berbentuk panas semesta hati

menghargai kaki-kaki kecil dimusim beku
terbakar hangat telapak hingga keatas muka

Dia cinta menemukan sendiri

bukan hak yang diberhakan saudara tiri
yang memaksa buru-buru mengibar suara sumbang

O, kekalahan rindu menekan pulang

menyongsong kenikmatan memanggil aku
sebagian dulu berlarian riang

O, tidurlah diranah landai kebulatan hati

bagaimanapun pinang menguning janur dipagi
demikian jalan membelit tulang airmata bahagia.



( Puisi berjudul :
" PERJALANAN PEREMPUAN DAN AKU "

Ini secuil cerita tentang asmara dihamparan malam.

Haru,bahagia,gairah,romantisme dan keyakinan dalam kisah yang berwasiat pada hati ).






Aby Santika II


BANDUNG,
11 JANUARI 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar