Ketika kebenaran berwasiat pada ketidak pastian
akankah seratus juta kezaliman kau tumbangkan
menunggu kesempatan memilih keyakinan
menghitung dua ratus empat puluh langkah tanpa makna
menyampaikan jujur dari sayap langit
saatpun berdiri menyalami alam raya
Duhai perempuan rantau
menemukan fana berdiam sejenak
menjelang nasib bersua dalam kelengangan
Duhai perempuan berliku sunyi
betapa kelelakian merasuk jauh kau curi
mengantar kehausan akanmu berebut seluruh jalan Sorga
Pada hidup aku tak tahu bahagia sembunyi
hanya bertanda lemparkan daku tersedu
menyandang waktu tentang lapar seperti dinding matahari
Dia segala adat berbentuk panas semesta hati
menghargai kaki-kaki kecil dimusim beku
terbakar hangat telapak hingga keatas muka
Dia cinta menemukan sendiri
bukan hak yang diberhakan saudara tiri
yang memaksa buru-buru mengibar suara sumbang
O, kekalahan rindu menekan pulang
menyongsong kenikmatan memanggil aku
sebagian dulu berlarian riang
O, tidurlah diranah landai kebulatan hati
bagaimanapun pinang menguning janur dipagi
demikian jalan membelit tulang airmata bahagia.
( Puisi berjudul :
" PERJALANAN PEREMPUAN DAN AKU "
Ini secuil cerita tentang asmara dihamparan malam.
Haru,bahagia,gairah,romantisme dan keyakinan dalam kisah yang berwasiat pada hati ).
Aby Santika II
BANDUNG,
11 JANUARI 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar