Sungguh melemah daku berpijak
ratapan sampaikan susah mendekat
bilakah cinta bertabur gaduh membenam nyawa
Menangis setelah mengikat sangka
senantiasa kemerlap layangkan nestapa
apalah daya perlahan lekas meninggi diatas lupa
Duduk daku hadapi hasrat yang tak nyata
sahaja hidup bukan sekedar bicara
Jika dilihat semua maka akan sengsara
Antara jalan pulang tiadalah singkat
sedang cinta dilambung kau tuhankan
mabuk mendalam rupanya terlambat kembali
Inikah berahi tumbuh datang menipu
menunggu teduh didanau berbatu
lenyap tubuhku menumpah gelisah
Biar merayu timbul pitam diperkosa api
daripada bercinta berhias seluruh sunyi
menjadi dosa menghamba berdegup-degup darah
Daku terberai resah dikala sendiri
hanyalah rambut menyambut waktu
putih bermukim dibuai usia berpisah
Jikalah tanya daku bawa berjalan
kuambil sesal cinta yang nampak mulia
bersisir berahi setelah lahir berganti.
Aby Santika
Bandung,
06 Januari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar