Jumat, 06 Januari 2012

SAJAK CINTA MULIA

Sungguh melemah daku berpijak
ratapan sampaikan susah mendekat
bilakah cinta bertabur gaduh membenam nyawa

Menangis setelah mengikat sangka

senantiasa kemerlap layangkan nestapa
apalah daya perlahan lekas meninggi diatas lupa

Duduk daku hadapi hasrat yang tak nyata

sahaja hidup bukan sekedar bicara

Jika dilihat semua maka akan sengsara

Antara jalan pulang tiadalah singkat
sedang cinta dilambung kau tuhankan
mabuk mendalam rupanya terlambat kembali

Inikah berahi tumbuh datang menipu
menunggu teduh didanau berbatu
lenyap tubuhku menumpah gelisah

Biar merayu timbul pitam diperkosa api
daripada bercinta berhias seluruh sunyi
menjadi dosa menghamba berdegup-degup darah

Daku terberai resah dikala sendiri
hanyalah rambut menyambut waktu
putih bermukim dibuai usia berpisah

Jikalah tanya daku bawa berjalan
kuambil sesal cinta yang nampak mulia
bersisir berahi setelah lahir berganti.



Aby Santika

Bandung,
06 Januari 2012 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar