: Sajak pengantar peristirahatan Heru Emka
Tiada duka, ketika tanah tak lagi berkalang nyawa
ibarat benih yang mulai tegak ke langit luas
bertambah beban hidup daun-daun berjatuh lambat laun
kita hanya menyaksikan perjalanan, tiada berguguran
Ada sebagian orang yang pergi dengan berbekal sesal
lalu yang lain mengantar doa-doa ikhlas di sepanjang sujud
namun percayalah, kita lahir ke dunia dengan tangis
kemudian tanah menampung jasad hidup menuju kejernihan telaga Sorga
Tanamlah keikhlasan, lalu Tuhan menuai taburan segala amalan
pada puisi-puisi yang runcing telah tergali lubang terang
kalimat menerjemah ayat memberkati kebaikan manusia
Ini bukan kehilangan, barangkali wujud kasat bermandi airmata
atau tirakat terbenam jiwa-jiwa belasungkawa
dari ujung belahan lain turut bermuram duka
sebab kita sering lupa, bahwasannya dunia hanya sekedip mata
Dari awal kembali ke awal mula penciptaan
: tiga riwayat penuh adalah kepastian
Terlahir dari tanah yang suci
dipenghidupan menjejak tanah pencarian
berujung terbaring di antara dinding tanah kemuliaan
Berlarilah orang-orang yang berbahagia
adalah sorga Tuhan menjadi awal permulaan keabadian
- bukan ketiadaan yang tiada
Aby Santika
Yogyakarta,
02 Mei 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar