Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Sabtu, 23 Juni 2012
SURAT UNTUK PUAN DI NEGERI SEBERANG
Apa kabar dari seberang?
Puan, gambar-gambar jauh memandang tersekat
ketakutan mengirimkan badai di dermaga dada tua
tempat kita menanam ingatan tentang kesabaran dan keikhlasan menghadang kayuhan doa
serupa lukisan masa kecil di dalam bingkai dan terus bertambah usianya
Aku kian tak sanggup membuat perahu seperti lesung pipimu
saat luput lambaian angin dan kau menangis ketika semua doa terpinggir
Dalam sedih kita berpisah
melepas tali kapal pada jarak yang kau tahu menapakinya
menyatu dengan kerinduan dan sepetak puisi dari batu karang
Puan, seperti gadis berambut kepang, memberiku sepasang kesepian di kota yang mulai hujan
kapan tiba dari seberang?
Gedung-gedung yang rebah dari seberang lautan bisu mengabarkan
kepada siapa duka tertahan
karena laut dan angin adalah janji yang akan terbangun ketika mercusuar terasa samar
Apa kabar dari seberang?
dan gerimis yang pecah mencatatnya dengan polesan gincu dibibirmu
menutupi ceceran rindu hari-hari panjang bagi puan entah kapan,
semoga tak seorang mendengar suaranya sebelum datang.
Aby Santika
Bandung,
23 Juni 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar