Senin, 09 Juli 2012

SAJAK UNTUK YANG TERBARING



Suaramu sudah tidak berpawang
melintas-lintas mengambang
menulisi angka untuk di bawa pulang menuju gerbang
sebelum hari bermula segala dosa di simpang

Engkau betapa gemuruh retak berlubang
dari senyum merangkum khayal sendiri
daun-daun meloncat bertukar tiada di ratap
sebab derajatmu terbilang membumbung matahari

"Kita hanya seamsal kesunyian
berterbangan meneriakan segala air mata"

Mengeja sekat-sekat serupa ayat yang memercik
membagi duka yang sudah kau hafal
sepanjang rambut yang terurai lampau
berpendaran mengejar jarum jam melingkar
satu pertaruhan

Suaramu lengang di remang lepas
kecuali kesunyian mendengar lafalan doa
dan rindu segaris dari bulu mata
bergerak, dengan kepala tertidur di bawah
: Adakah kau kemilau terang di mata Tuhan?

Dan, bila dikau masih nur terbaring disucikan malam
sebuah makna mencatatnya pada kumandang kelahiran
sebab bukan pembaptisan di wajah semesta
untuk berhenti di batas ini karena usia






 




Aby Santika

BANDUNG,

09 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar