Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Senin, 09 Juli 2012
SAJAK UNTUK YANG TERBARING
Suaramu sudah tidak berpawang
melintas-lintas mengambang
menulisi angka untuk di bawa pulang menuju gerbang
sebelum hari bermula segala dosa di simpang
Engkau betapa gemuruh retak berlubang
dari senyum merangkum khayal sendiri
daun-daun meloncat bertukar tiada di ratap
sebab derajatmu terbilang membumbung matahari
"Kita hanya seamsal kesunyian
berterbangan meneriakan segala air mata"
Mengeja sekat-sekat serupa ayat yang memercik
membagi duka yang sudah kau hafal
sepanjang rambut yang terurai lampau
berpendaran mengejar jarum jam melingkar
satu pertaruhan
Suaramu lengang di remang lepas
kecuali kesunyian mendengar lafalan doa
dan rindu segaris dari bulu mata
bergerak, dengan kepala tertidur di bawah
: Adakah kau kemilau terang di mata Tuhan?
Dan, bila dikau masih nur terbaring disucikan malam
sebuah makna mencatatnya pada kumandang kelahiran
sebab bukan pembaptisan di wajah semesta
untuk berhenti di batas ini karena usia
Aby Santika
BANDUNG,
09 Juli 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar