Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Minggu, 10 Juni 2012
MATA AIR TUMBUH DIKENINGMU
Bilakah musim berganti, matahari telah menitipkan jarak dimatamu
sebuah dongeng yang melulur awal dan akhir penciptaan muasal
tak ada isyarat dalam angan-angan, ketika keningmu menjelma permadani
menyerpih sebuah nasib, berterbangan mengembalikan lupa
: dan sebuah kerinduan berbantun, dari satu titik ke titik
Engkaukah mata air yang menjadi sungai dengan linang ruh?
lalu menuliskan kabar ke rumah-rumah tua,
seperti cintaku pada pemurnian tanpa keinginan
Sebuah wujud yang ambruk, hanya berpangkal pada cahaya siluet
merumuskan kerinduan kumal mengeja sajak-sajak langit
untuk saling menepi, mengaji takdir yang tercipta dari nyanyian
karna segala yang tumbuh berupa kepastian
Bak mata air dari muara tumbuh di keningmu
mengeluarkan alir dan melunas semua iklim pada gerai rambutmu
lalu kukecup seperti seorang kehausan
dan kerinduan disemaikan waktu, ditenunnya
dengan lengan yang patah
Aku ingin bercerita padamu tentang sebuah pandang yang lain
mempertemukan sunyi dengan kasih sayang
kemudian bersampan sesuai peta ditubuhmu
bertaruh kesementaraan sebagai kekekalan
di ambang waktu yang terpajang saksi terakhir
Tapi aku menjadi perantara akan seutas rahasia,
yang mengubur kerinduan tanpa berpaling
dengan gerak-gerak yang menyucikan seluruh wujudmu
Bilakah mata air tumbuh dikeningmu nda,
dengan rapal-rapal hujan yang turun kesekian kali
: adakah waktu lain yang perkasa, menghenti alirnya?
memberiku pilihan lalu bulirnya menitiskan doa
menarikku pada Tuhan, sebab sorga menjadi tumpuan kasih sayang kita
Aby Santika
Bandung,
04 Juni 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar