Sri, tubuhmu berbalut sutera berkilau
hijau daun mengembang selepas tangan di kepal penuh
karena kenikmatan tiada kagumi terlepas satu persatu
seperti kulepas waktu, sejenak melekat tiap butirannya
Sri, hendaklah kunikmati kesadaran yang terendus
seperti birahi di denyut yang berdegup kencang
tampak kehidupan bukan semata mengikuti aroma angin yang membawamu
hijau daun mengembang selepas tangan di kepal penuh
karena kenikmatan tiada kagumi terlepas satu persatu
seperti kulepas waktu, sejenak melekat tiap butirannya
Sri, hendaklah kunikmati kesadaran yang terendus
seperti birahi di denyut yang berdegup kencang
tampak kehidupan bukan semata mengikuti aroma angin yang membawamu
sebab, kau begitu basah meresap di antara dua daging yang mengapit pasrah
Aduh, sorga seperti terlihat melambai Sri!
menambal hidup yang lapar, dipertengahan masa kesederhanaan.
Aduh, sorga seperti terlihat melambai Sri!
menambal hidup yang lapar, dipertengahan masa kesederhanaan.
Aby Santika
Bandung,
21 Juni 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar