Rabu, 13 Juni 2012

DOA DAN SEPOTONG HUJAN



Gerimis yang rindu, sebelum restu berkabar menggenangi jalan
jamuan sore membentang meniupkan angin yang sudah kuhafal
apakah kau ingat?

Dongeng sepanjang aspal memanjang terus berjalan,
bagaimana hujan berkunjung datang pada udara yang bernapas sendirian
sementara dikotamu dipenuhi puisi kecemasan

Doa menghitung pesan, seperti sepotong hujan meninggalkan harapan dari setiap kehilangan
apakah kau ingat?

: sebelum kutulis risalah dalam guyuran basah
kau telah menguburkan ribuan airmata di halaman pertama

Nda,
Undanglah kehangatan di ujung-ujung tulang
sampai hujan menunda badai ketika doa tinggalah kita.

 


Aby Santika 


Bandung,
13 Juni 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar