Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Rabu, 13 Juni 2012
DOA DAN SEPOTONG HUJAN
Gerimis yang rindu, sebelum restu berkabar menggenangi jalan
jamuan sore membentang meniupkan angin yang sudah kuhafal
apakah kau ingat?
Dongeng sepanjang aspal memanjang terus berjalan,
bagaimana hujan berkunjung datang pada udara yang bernapas sendirian
sementara dikotamu dipenuhi puisi kecemasan
Doa menghitung pesan, seperti sepotong hujan meninggalkan harapan dari setiap kehilangan
apakah kau ingat?
: sebelum kutulis risalah dalam guyuran basah
kau telah menguburkan ribuan airmata di halaman pertama
Nda,
Undanglah kehangatan di ujung-ujung tulang
sampai hujan menunda badai ketika doa tinggalah kita.
Aby Santika
Bandung,
13 Juni 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar