Minggu, 19 Januari 2014

SUNGKAWA; MEMBACA SEPI



/1/
Niscaya sebilah lembing yang patah
anganku pada mempelaiku nan jauh dirundung rindu tanah
ingatku membiakkan mimpi-mimpi
dimana kumenemu jantungku yang utuh?
; seperti sepi digelayuti gulma tak tentu

/2/
Langit sebentar lagi rekah, dan nafasku adalah fajar
memanggul Nooh memuja matahari
seperti Kan'an tersungkur bah yang sumir

Setiap sintuh dzikir di puncak-puncak malam
kuingin kau menjelma tasbih yang kulingkarkan pada batinmu

/3/
Kemudian kita akan bersenda dan membawanya di atas bara
sampai benar-benar kita menjadi nabi
melayari palung-palung yang bercucuran dari lubuk ratap
" Aku tahu, setiap kehendakku adalah air mata"

/4/
Ah, aku tercampak dalam kemungkinan-kemungkinan yang sungkawa
bahkan daun-daunpun tanggal tak terbilang disetubuhi angin
O, trah wujudmu hanya istirah dan melepuh diingatan
dari sebuah sepi jalan-jalan samun terlampui sirr
sebuah rahasia dari waktu



Aby Santika

Bandung
18 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar