Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Minggu, 19 Januari 2014
SUNGKAWA; MEMBACA SEPI
/1/
Niscaya sebilah lembing yang patah
anganku pada mempelaiku nan jauh dirundung rindu tanah
ingatku membiakkan mimpi-mimpi
dimana kumenemu jantungku yang utuh?
; seperti sepi digelayuti gulma tak tentu
/2/
Langit sebentar lagi rekah, dan nafasku adalah fajar
memanggul Nooh memuja matahari
seperti Kan'an tersungkur bah yang sumir
Setiap sintuh dzikir di puncak-puncak malam
kuingin kau menjelma tasbih yang kulingkarkan pada batinmu
/3/
Kemudian kita akan bersenda dan membawanya di atas bara
sampai benar-benar kita menjadi nabi
melayari palung-palung yang bercucuran dari lubuk ratap
" Aku tahu, setiap kehendakku adalah air mata"
/4/
Ah, aku tercampak dalam kemungkinan-kemungkinan yang sungkawa
bahkan daun-daunpun tanggal tak terbilang disetubuhi angin
O, trah wujudmu hanya istirah dan melepuh diingatan
dari sebuah sepi jalan-jalan samun terlampui sirr
sebuah rahasia dari waktu
Aby Santika
Bandung
18 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar