Kamis, 23 Januari 2014

PESAN UNTUK ANAKKU



Anakku,
hitunglah berapa rindu yang telah kita bunuh
seribu mimpi menjadikan kita gundah tiada bertemu
jangan kau bunuh hati seorang ayah dengan menebas jarak menjadi terjal
karena aku akan rebah di sisimu, meresapi belaian angin
atau bercerita tentang anak-anak kutilang kita yang mulai terbang

Namun apa yang dapat kukatakan?
aku sendiri dalam keadaan cemas
engkau anakku, namamu untukku, dan penyembuh untuk setiap kesakitanku
tapi kedekatan adalah malapetaka
dan kerinduanku semakin parah sakitnya

Mataku lebih pekat dari kegelapan
aku butuh cahaya yang bersuluh dari jiwamu

Anakku,
Engkau adalah penentu bagi takdirku
membakar air mataku dengan fajar yang terbit di kedua pipimu
sungguh, aku sangat merindukanmu

Salamku dari jauh tidak pernah kembali ke telingaku
orang-orang terlalu sibuk mengunci mulutnya sendiri
menarikku pada beliung sehingga aku terdampar di antara kerinduan yang tandus

jangan kau bunuh hati seorang ayah
meski tubuhku akan tetap menjadi sasaran cambukmu
aku kian renta, merangkak menyandingkan mimpi-mimpi kita

Aku tahu setiap yang ada pasti binasa
namun merupakan satu kegilaan bagiku jika aku tidak bertemu denganmu
meski yang tersisa adalah kenangan yang menyedihkan

anakku,
aku membayangkan bahwa aku telah melihatmu
melihatmu membangun makam kerinduan dengan penuh ketabahan



Aby Santika

Bandung,
23 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar