Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Kamis, 23 Januari 2014
PESAN UNTUK ANAKKU
Anakku,
hitunglah berapa rindu yang telah kita bunuh
seribu mimpi menjadikan kita gundah tiada bertemu
jangan kau bunuh hati seorang ayah dengan menebas jarak menjadi terjal
karena aku akan rebah di sisimu, meresapi belaian angin
atau bercerita tentang anak-anak kutilang kita yang mulai terbang
Namun apa yang dapat kukatakan?
aku sendiri dalam keadaan cemas
engkau anakku, namamu untukku, dan penyembuh untuk setiap kesakitanku
tapi kedekatan adalah malapetaka
dan kerinduanku semakin parah sakitnya
Mataku lebih pekat dari kegelapan
aku butuh cahaya yang bersuluh dari jiwamu
Anakku,
Engkau adalah penentu bagi takdirku
membakar air mataku dengan fajar yang terbit di kedua pipimu
sungguh, aku sangat merindukanmu
Salamku dari jauh tidak pernah kembali ke telingaku
orang-orang terlalu sibuk mengunci mulutnya sendiri
menarikku pada beliung sehingga aku terdampar di antara kerinduan yang tandus
jangan kau bunuh hati seorang ayah
meski tubuhku akan tetap menjadi sasaran cambukmu
aku kian renta, merangkak menyandingkan mimpi-mimpi kita
Aku tahu setiap yang ada pasti binasa
namun merupakan satu kegilaan bagiku jika aku tidak bertemu denganmu
meski yang tersisa adalah kenangan yang menyedihkan
anakku,
aku membayangkan bahwa aku telah melihatmu
melihatmu membangun makam kerinduan dengan penuh ketabahan
Aby Santika
Bandung,
23 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar