Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Minggu, 19 Januari 2014
DOA DI HARI JUMAT
Di hari jumat
kita tak punya sarung yang mengikat
dengan corak kotak-kotak atau bunga yang membatik
hanya pelekat yang kumal memudar
terbiar melekat, karena aurat sewaktu- waktu bisa muncrat
Kopyah juga terompah
hanya pembatas antara rambut dan panas
karena hujan juga sewaktu waktu bisa merubah
meriapkan makna, berlindung dari tanah dan sejengkal lahat
Ah Nooh engkau anakku
kita hanya memiliki kata-kata yang tak mampir di telinga; juga dada
sebab Sorga tetap terbuka di hari jumat
meski doa hanya separuh di ujung lidah
Mari berdoa dengan hikmat
untukmu dan untuk kita
di hari jumat sampai menuju alam makrifat
Aby Santika
Bandung,
20 Desember 2013.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar