Minggu, 26 Mei 2013

RITMIS MALAM


Kau tahu ketika malam tercipta dari sebuah luka, sepasang rindu seperti kisah perulangan
sambil menanting angin ku baca kembali rasa sakit yang memagut mata
meski tak ada mimpi yang harus di temali; ah, tanpa mimpi kita tak berjarak dari celah

Di silam kita tercampak percuma, merangkum harapan yang hanya bunyi dari seribu batu
diam berarti kekosongan yang meritmis 
siapapun tahu malam itu aku selalu mengigau namamu
"karena di malam itu aku bisa bersembunyi dari sesatnya rindu"

Jika matamu menjelma sejuta panah, dengan busurnya kupersilahkan kau bidik rembulan
tersenyum begitu sinis menyaksikan adegan-adegan kejam yang menyiksa kita
dan jika bibirmu merafal mantra, undanglah aku yang fakir untuk bertamu di hatimu agar tuntas segala petaka

Meski ada yang terpenggal dari sepetak rahasia yang kita biarkan tilasnya menuliskan sunyi
aku pun tak henti menangkap sisa rindu menjadi uap-uap menuju embun
sebab kita adalah Nuh yang memanggul derita Kan'an dengan ikhlas
seperti keikhlasan kita memanggul beban rindu yang kian tenggelam menuju subuh.



Aby Santika

Bandung,
19 Mei 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar