Jumat, 01 Februari 2013

TITIMANGSA; YA MARHABAN


 : menjelang hari kelahiran kekasih

Kemudian kepastian seperti amnesia dierami perhitungan
cermin diri, sebagai kelahiran yang paling sempurna diikatkan tubuh umpama Maryam menitahkan Al-masih membuhulkan persetubuhan alam

Separuh tahun meleburkan dunia, dari awal ke awal
nyanyian sunyi tak terpahami, pun tak ada keajaiban karena doa mengakrabi usia tak kenal angka, dan segala yang telah terpenggal tak bisa diretas kecuali takdir kepada sang kala ribuan lilin peringatan berpinak dari rahimnya

Titimangsa kelahiran tercipta dari kelesik kelembutan kasih
benih begitu sumir menyimpan putik janin suci di awal zaman
kembang api dan nyanyian-nyanyian kudus menempelkan pahala dan awal dosa di lembar dakwaan : kau berguling dengan beribu-ribu malaikat meniupkan riuh doa menuju hadirmu

Sementara kugelombangkan hijrah di lain waktu
berpelesir tanpa kata-kata api: seperti pembakaran Sinta atau Ibrahim barangkali, hanya peringatan paling keparat terlontar
sebab pula bukan pinangku ditasbihkan dengan air mata kesedihan
hanya melangkah, saat ingatan meliarkan pertaruhan
- untuk doa dan pujimu di titimangsa: ya marhaban!




Aby Santika

Bandung,
31 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar