Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Jumat, 01 Februari 2013
01 JANUARI
Jelas Januari tidak seperti nyeri yang membinasakan diri
Atau Desember yang hampir merampas tembang hujan digemuruh musim
Dimana nafas, merayap hingga ludah merah rengkah
Ia datang bersiul, membawa buluh perindu
Saat dahaga terlalu mahal dari batu yang mencair
Ia hadir merangsumkan kehendak mimpi azali
Januari: masihkah duri bersembunyi di perdu lili
Memberikan jemari yang bergetar hingga ujung bibir
Karena aku berdiam di sana, sebagai pesakitan
Aku tahu awal pengharapan selalu diratapkan oleh kata-kata
Tanpa jubah, hingga sajadah segala jalan tak pernah sangsai
Pada mimpi-mimpi yang telah luntur notasinya
Tapi, aku ingin berkisah padamu tentang awal januari
Untuk melesakkan saddhu jiwaku yang selalu basah oleh air mata
Bahwa: selalu ada rindu yang mengapung untukmu di muaranya.
Aby Santika
Bandung,
01 Januari 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar