Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Jumat, 07 September 2012
SELENGGANG GURAT ANGSOKA
Ada berapa angin yang menerpa jarak?
jemputlah seutas dingin, sebelum denyutnya melompat di jalan simpang tersedu
mengalun tembangtembang kesuburan dari pagarnya angsoka yang telah lalu
dan bahkan sepasang kursikursi bagai kotak kebimbangan menggemakan gurat gemetar
Kepada esok, segala letak begitu rompak
- berapakah jarak mulut dan napas dari titian akar?
Aku masih menghitung selenggang demi selenggang hikayat sembarang waktu
lalu menjaganya seperti anakanak yang meniupkan doa pada wajah ibu
lemah laun bingkaian bunga bersisir rindu
Sebab engkaulah jari seamsal lilin menyusuri hembusan angin
jika berkisah terjulur semusim saja
biar dunia kita kelak berpinang yang selenggang gurat angsoka.
Aby Santika
Bandung,
11 Agustus 2012.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar