Jumat, 07 September 2012

SELENGGANG GURAT ANGSOKA



Ada berapa angin yang menerpa jarak?
jemputlah seutas dingin, sebelum denyutnya melompat di jalan simpang tersedu
mengalun tembangtembang kesuburan dari pagarnya angsoka yang telah lalu
dan bahkan sepasang kursikursi bagai kotak kebimbangan menggemakan gurat gemetar

Kepada esok, segala letak begitu rompak
- berapakah jarak mulut dan napas dari titian akar?

Aku masih menghitung selenggang demi selenggang hikayat sembarang waktu
lalu menjaganya seperti anakanak yang meniupkan doa pada wajah ibu
lemah laun bingkaian bunga bersisir rindu

Sebab engkaulah jari seamsal lilin menyusuri hembusan angin
jika berkisah terjulur semusim saja
biar dunia kita kelak berpinang yang selenggang gurat angsoka.


Aby Santika

Bandung,
11 Agustus 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar