Jumat, 21 September 2012

PERTANYAAN



1/
Di penghujung telapak, isyarat awamku melabuh di bibir yang terperanai
menderas tuah bagai buliran gerimis ketika aku meletakkan wajah penuh onak serta berjuta sujud yang di catat dengan lesatan udara
: tidakkah hening yang kita sembah, tak pernah kehilangan?
sebagaimana nafas mengatupkan mantra yang dilisankan ke dalam liang batu dari ruang ke ruang

2/
Aku lihat seluruh hidup dice...
drai pertanyaan, kecuali lahir selain dikiblatkan suarasuara sungsang
sekantung kekariban terpasang sebagai madah mendahului fajar kembali mendambai malam
sebentuk jarak yang menyuguhkan sesaji:
perihal matahari meski ia susut dan menjadi bayi yang dihumbalangkan makna sebagai manusia
: aku berjingkat-jingkat setelah mengecup bumi

3/
Kemana bapakku yang sedari pagi turun ke huma? di tanahnya aku membaca namamu
sekerat pesan yang tumbuh dari dunia yang renta, tempat aku selalu pulang dari pelancongan
aku memeluk kakinya, kaki yang berdaki
mencatat di antara riak yang membuat aku terjatuh, dulu...
"berbaliklah lurus keriuhmu" ucapmu,
"aku ingin melihat ka'bah yang kau pahat dari keyakinanmu"

4/
Aku masih bermimpi, kita bercakap menggenapi pertanyaan di satu arah
Ah, terlalu gelap! Meski pengakuan berkalikali menebal kepala dan berhenti di pengap kematian
bukan untuk mati di gelap dampar dengan mimpi tercela di ujung sekarat
-suaranya yang memagut seperti sebuah kesetiaan mencabuli sosokku
aku masih bermimpi!

5/
Siapapun bisa melihat kebisuan di dasar sepi, ia tertata seperti titiktitik menimbun waktu
akupun tetap sabar merasakan fijar dari sabda yang jatuh pada janji
apalagi lembarlembar jejak seperti aliran yang muncrat oleh hentakkan tongkat Musa: sebuah harapan
: ah pertanyaanku hanya bunyi oleh sebab tak tersentuh ajakan kudus

6/
O bebayang yang menyembunyikan rahasia!
Aku hanya terdakwa yang menebak segala nasib
O kubah yang membuat awamku kian tergeletar!
seberapakah pertanyaanku yang kau ulir menjadi tasbih?

Aby Santika
Bandung,
19 September 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar