Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Jumat, 07 September 2012
PERJALANAN SEMENTARA
Ibu dan bapak; sejak bersua nanda malu bicara, tak ada bakti sedari kandung
di dalam menuju hidup segala bahagia meneladan wujudmu
- menjalani gemetar dalam angin terberai pecah, duapuluh empat tahun !
Siapa menundung jika lapar begitu jujur terlampau ?
nyiur doa dan panggul di jadikan permai merdu siang dan malam
memperpanjang nyawa sejakkan kecil lagu di dendang tanda nan terang
Bersalin usia kuminta restu meninggalkan rahimmu, ibu !
Menjejakkan kesehajaan dari panggulmu, bapak !
menjadi musafir lagi, memerah nasib sebentar saja
Lepaskan tangan meninggi rupa, menaruh doa
lambai baktiku kelak perlahan mematah iba menjadi bahagia;
- sungkumkan sujud ikhlas memeluk hati
Ibu dan bapak, ananda minta gemerlap sebelum pintu tertutup rapat.
Aby santika
Bandung,
25 Agustus 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar