Jumat, 07 September 2012

PERJALANAN SEMENTARA



Ibu dan bapak; sejak bersua nanda malu bicara, tak ada bakti sedari kandung
di dalam menuju hidup segala bahagia meneladan wujudmu
- menjalani gemetar dalam angin terberai pecah, duapuluh empat tahun !

Siapa menundung jika lapar begitu jujur terlampau ?
nyiur doa dan panggul di jadikan permai merdu siang dan malam
memperpanjang nyawa sejakkan kecil lagu di dendang tanda nan terang

Bersalin usia kuminta restu meninggalkan rahimmu, ibu !
Menjejakkan kesehajaan dari panggulmu, bapak !
menjadi musafir lagi, memerah nasib sebentar saja

Lepaskan tangan meninggi rupa, menaruh doa
lambai baktiku kelak perlahan mematah iba menjadi bahagia;
- sungkumkan sujud ikhlas memeluk hati
Ibu dan bapak, ananda minta gemerlap sebelum pintu tertutup rapat.



Aby santika

Bandung,
25 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar