dipersimpangan, ketika berjalan lewat kota
melempar langit dengan pucuk mata atau menggulung remang
tanpa api
dalam ingatan di taman, pikiranku ibarat mati suri di sepanjang aspal
waktu-waktu demikian di angkut ke pembaringan
menitipkan firman dari ayat-ayat Tuhan
Orang-orang mencuci kelamin di sudut jalan, yang terus mengerang
suatu malam mencatat waktu lain antara kembang sepatu dan dinding mengatup diam-diam
dan suara menjauh untuk ditidurkan, berbahagialah !
Ah, karnaval kelelawar menyisakan pertemuan
tentang jalan lengang mengalir di botol-botol sekarat
:Ajal
atau berduka ke urat leher yang tiba-tiba gelap
kudengar Adzan bergema tuk dini hari
tentang kesaksian, lalu kusebut tuhan di batas persimpangan
- Assolatu Khoirumminannaum !
halimun menelanjangi lebihi pandang, nur cahya lepaskan syahwat dari batu
di persimpangan, satu malam mewahyukan tubuh tanpa rangkuman
Aby Santika
Bandung,
25 Juli 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar