Rabu, 25 Juli 2012

SIMPANG LIMA, SATU MALAM

dipersimpangan, ketika berjalan lewat kota
melempar langit dengan pucuk mata atau menggulung remang
tanpa api
dalam ingatan di taman, pikiranku ibarat mati suri di sepanjang aspal
waktu-waktu demikian di angkut ke pembaringan
menitipkan firman dari ayat-ayat Tuhan

Orang-orang mencuci kelamin di sudut jalan, yang terus mengerang
suatu malam mencatat waktu lain antara kembang sepatu dan dinding mengatup diam-diam
dan suara menjauh untuk ditidurkan, berbahagialah !

Ah, karnaval kelelawar menyisakan pertemuan
tentang jalan lengang mengalir di botol-botol sekarat
:Ajal
atau berduka ke urat leher yang tiba-tiba gelap

kudengar Adzan bergema tuk dini hari
tentang kesaksian, lalu kusebut tuhan di batas persimpangan
- Assolatu Khoirumminannaum !

halimun menelanjangi lebihi pandang, nur cahya lepaskan syahwat dari batu
di persimpangan, satu malam mewahyukan tubuh tanpa rangkuman

 


Aby Santika

Bandung,
25 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar