Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Minggu, 22 September 2013
DI DALAM PIGORA
Mendekati dinding-dinding
aku kikis kembali hati kita, yang luka dipenuhi
kenangan-kenangan kekal
-- kehilanganmu,
di dalam kejenuhan sayap-sayapnya adalah dupa
yang mengkhayalkan malam
Sambil menuliskan sajak-sajak
aku berjejak dalam alur tak pasti
sebuah potret masih berdep-depa tercampak
di antara ukiran, rautmu membentuk
keperawanan yang tua renta
Jika engkau bertanya:
"Dalam pergantian malam, Usaikah kau menganyam
tiap bilah rambutku yang kusutmasai?"
gurauanku di secangkir kopi menegurmu:
"engkau bak eva di dalam kaca, seperti resah
sukar dipahami dalam wujudnya!"
yang diandaikan abadi, perlahan hilang
dipenuhi dosa
Kemudian kusisipkan di pojok dinding
rautmu dipantulkan kaca jendela dan tembok porselin
bak penari dikuyupi birahi
Bibirmu berkibar rekah meski di pengap udara
di dalam pigora, luka adalah kesendirianku
sebab tiada pintu yang membuka
tempat menguburkan hati kita
Aby Santika
Bandung,
14 September 2013.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar