Kamis, 05 April 2012

UNTUKMU ( ADINDA)

Ketika hanya harap yang tampak di kaki langit
kita jatuh berpandangan dalam berai terpisah
rindu terbeku ke desah hati dan berhenti
bagi mimpi, mencuri nyanyian sebab bisikan alun mendekat

Rangkaian waktu bersendi sebentar musnah

hati rawan masih akrab bersembunyi
di bumi ini harapan berisik mengepung burung-burung walet
yang menghitung keyakinan begitu jujurnya

Adinda,

Siapakah perjaka yang berayun di setiap musim putih?
menyampaikan ketakutan yang menggenggam erat-erat
sempurnalah rindu setiap hari bernaung di tubuhmu

Adinda,

Keyakinan mengenangkan sejalur wajah yang kabur
kemudian tangis merintik masuk ke arahku
dan napas ini adalah tempat burung-burung mengagumi hati
teduh dan nikmat

Maka, kukasihi engkau, jika tiada segala teori

memberi perasaan sampai terbaring setengah sepi
karena kita kelak akan saling bercerita
sambil berkata :
bersama Tuhan datang semua bahagia.


 


Aby santika

Bandung,
30 Maret 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar