Kamis, 05 April 2012

SONNET RINDU ADINDA

Lemah laun kukuasai duapuluhempat waktu
menyambut perasaan rindu yang kian tunggal
dari puncak mimpi nyanyian mengikuti umpama semesta
di saat-saat getar berlawanan memanggil daku di hati alam

Simpanlah, tentang nada-nada berlarian di kehijauan daun

sepenuhnya batin menunggumu di rinai hujan
kemudian hendak reda tatkala alunan bertiup memercik ke arah rupa
untuk disusun melembut melodi ketika langkahmu letih

Karena tubuhmu tempat bunga-bunga kuncup lepas bernyanyi

mencari matahari di relung-relung menghangatkan wajah
menggoyangkan genggaman rindu menyeruak lincah
meresap merdu terlukis dalam pesona senyummu


"nda, semalam saja dekapkan pada hati
sonnet rindu di atas lukisan kudus
melantunkan puisi-puisi berjatuhan menjadi keutuhan janji"


Engkau aku cium pelan-pelan, bukan sekedar mimpi
karena kesabaran senyuman berpeluh di kotamu
pada fijar mata lilin melingkar serupa satu kisah irama hati
menangkap kebenaran cinta sepenuhnya untuk dicari

Simpanlah, satu hari lagi sempat terangkut

rindu membawa lagu-lagu yang kuyup
pada basah air mata menambal doa
agar tak hilang akhirnya sebelum di raih.

 


Aby santika

Bandung,
01 April 2012.

1 komentar:

  1. salam sukses by


    "surga hati ku"

    nda,tidurlah duhai penobat mimpi
    aku menatapmu dari jarak tanpa hijab
    senyum pulasmu ku lukis dengan jemari
    mengecupmu dengan hati dari sini

    nda,lelaplah duhai keindahan tuhan
    setiaku menyelimuti tiada banding
    merengkuh pilumu selalu aku mau
    bersamamu bersyahadat rindu ku tunggu

    nda,duhai penyemat cinta dalam jiwa
    faras mu merobek malam dinginku
    tersenyum aku ketika aku tau kini akulah milik mu

    nda,duhai bidadari manja surga hati ku
    bagaimana harus ku unggah indah rasa
    ketika sempurna ke indahan ada pada mu buat ku

    nda,duhai pimpinan semua duhai
    aku mencintai kesempurnaanmu dengan segala keterbatasan ku


    aku menyayangi mu surga hati ku

    BalasHapus