Rabu, 09 Oktober 2013

SEBELUM MALAM TERTIDUR



Begitu juga aku
malam yang mengepung selalu bersuluh penuh luka
bagai waktu dan merangkulku tiba-tiba
yang dikabarkan oleh selembar angin
juga tilas yang mengukir sumir bagai arak murni
seperti rindu yang memekik-mekik

ya, malam belum juga tertidur sayang!

Nafas kian berat mendengus
ia menjemput tiap doa, agar malam tak sujud
ya sayang, mata ini pun kian berat
meski matahari nampak gelap
namun kita tidak pernah sungguh-sungguh
pulas menelan mimpi

Langit berubah lengkung dan dungu
sedang ingatan seperi ludah yang membusuk dan kering
aku tau sayang, rinduku adalah jalan
juga malam yang semakin tua dan penuh kesiaan

ya, malam masih enggan tertidur sayang!

Sepasang mataku masih sembahyang tenang
meski penuh pasir juga luka merah yang memucat
namun aku tak ingin meragukan adamu
sampai malam-malam berikutnya
aku akan tetap terjaga dan menjaga tiap lekuk indera
meski terkadang siang selalu lupa

sayang, tidurlah kau meninggalkan malam
begitu juga aku
yang esok akan terbangun persis di bawah kedua
lubang hidungmu dengan terengah-engah

 


Aby Santika

Bandung,
09 Oktober 2013.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar