Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Rabu, 09 Oktober 2013
SEBELUM MALAM TERTIDUR
Begitu juga aku
malam yang mengepung selalu bersuluh penuh luka
bagai waktu dan merangkulku tiba-tiba
yang dikabarkan oleh selembar angin
juga tilas yang mengukir sumir bagai arak murni
seperti rindu yang memekik-mekik
ya, malam belum juga tertidur sayang!
Nafas kian berat mendengus
ia menjemput tiap doa, agar malam tak sujud
ya sayang, mata ini pun kian berat
meski matahari nampak gelap
namun kita tidak pernah sungguh-sungguh
pulas menelan mimpi
Langit berubah lengkung dan dungu
sedang ingatan seperi ludah yang membusuk dan kering
aku tau sayang, rinduku adalah jalan
juga malam yang semakin tua dan penuh kesiaan
ya, malam masih enggan tertidur sayang!
Sepasang mataku masih sembahyang tenang
meski penuh pasir juga luka merah yang memucat
namun aku tak ingin meragukan adamu
sampai malam-malam berikutnya
aku akan tetap terjaga dan menjaga tiap lekuk indera
meski terkadang siang selalu lupa
sayang, tidurlah kau meninggalkan malam
begitu juga aku
yang esok akan terbangun persis di bawah kedua
lubang hidungmu dengan terengah-engah
Aby Santika
Bandung,
09 Oktober 2013.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar