Puisi-puisi dalam antologi ini adalah proses kreatif yang terkumpul dari hati yang dituangkan dalam tulisan bergaya pengucapan orisinal.Saya mencoba menjelajahi konvesi puitika yang ada beserta ideologisnya: mulai dari romantisme,ekpresionisme,imajisme,surealisme,hingga realisme kritis. Akhirnya saya ucapkan selamat membaca,semoga anda mendapat inspirasi baru.Hanya kepada Allah saya pasrahkan segala akhir karya yang sederhana ini,semoga bermanfaat dan bisa menambah variasi dalam berkarya.
Jumat, 08 Agustus 2014
YA NOOH
Di rautmu yang jawa,
air yang diam telah menutup semua jeda
hingga embun yang paling ganas
ditenggelamkan ke dasar samudera
ingatan tak mungkin dijala kembali
ketika senyampang penyangkalan tergenang mengurung pikiran
Di atas air;
adakah gempa yang sealir dari mimikmu?
atau kealpaanmu kueja hingga malam ditidurkan
hujan
seperti ruh yang terkubur ratusan abad,
pada laut yang menangis, lenguhku disandarkan
Dan aku terus berpayung di rautmu
seperti anak hilang, ibu hilang, sejarah hilang
pada rautmu yang jawa
tak sepatah kata dari lisanku yang dibasahkan
ia hanya larut ke laut, kemudian hilang
secara diam-diam
Aby Santika
Blitar,
24 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar