Sabtu, 14 Desember 2013

SEKETIKA DZIKIR



Nafas kami masih tersenggal, dunia adalah jalan-jalan amnesia
perahu yang terkayuh seperti ritus-ritus hidup yang tenggelam
;Laailaahaillaa anta ya hayyu ya qayyum
-debu di kulit tak kuasa bergerak, bahkan dari abad-abad karma
derita masih terikat

Dini hari, dari tanah ini kami bertalkin
rahasia-rahasia tumpah menyentakan kesadaran:
" ya Robbi, seluruh tafsir dari langitMu mendera urat nadi"
sujud kami gelap !
mata air lembab dari batu-batu yang dilalui

Sunyi tak jua menjenguk, meski masih basah jerit dari mata air
; Laailaahailla anta ya hayyu ya qayyum

Selusin cahaya untuk menidurkan pertempuran
seketika dzikir terdampar di trotoar-trotoar
seketika dzikir terdampar sebagai saksi dari kitab yang di catat atas takdir
dalam malam kegilaan meraung
juga kesetiaan mewujud insomnia

Kami berjaga sekelam akal
dari firman dan tabu dengan seketika dzikir
: Laailaahailla anta subhaaanaka inni kuntum mindzaalimiin

 
 
Aby Santika
 
Bandung,
01 Desember 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar